DESMA Center dan Misereor Melakukan Evaluasi Project TVET for Sustainable Tourism: Tunjukkan Dampak Positif

Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba

Editor: Boyke Hutapea, Programme Manager Field Office Sumba; Siti Nur Hasbiyana, Program Associate and Outreach



DESMA Center bersama Misereor melaksanakan evaluasi program TVET for Sustainable Tourism pada 23 Juli 2025  di Sumba; yang telah berjalan sejak November 2022. Kegiatan evaluasi ini dilakukan di tiga SMK pariwisata dampingan DESMA Center: SMKN 1 Waikabubak, SMK Efata Omba Rade, dan SMK Bakti Luhur Tambolaka. Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi bersama untuk menilai capaian, tantangan, dan arah pengembangan program selanjutnya. Kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan di masing-masing sekolah. Tim  DESMA Center—yang dipimpin oleh Dicky Mardyan (Co-Founder & Direktur), Boyke Hutapea (Project Manager Sumba) dan didukung oleh para program officer Sumba—menyampaikan maksud kunjungan sebagai bagian dari proses refleksi dan evaluasi akhir. Dalam kesempatan tersebut, Misereor  menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan SMK pariwisata dampingan dan menekankan pentingnya keberlanjutan program pendidikan vokasi yang kontekstual dan inklusif.

Dari hasil diskusi dan observasi di lapangan, program TVET dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan institusi pendidikan vokasi bidang pariwisata, khususnya pada peningkatan kualitas lulusan dan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja. Para guru dari ketiga sekolah menyampaikan bahwa pendampingan dari DESMA Center sangat membantu pengembangan metode pembelajaran yang relevan,  serta mendorong transformasi guru normatif menjadi produktif. Hal ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan adaptif terhadap dinamika sektor pariwisata berkelanjutan di Sumba.

 Kegiatan kunjungan Misereor ini juga menjadi sarana diskusi untuk memperbaiki pelaksanaan program. Sejumlah masukan disampaikan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari refleksi kritis terhadap pelaksanaan program.  Diantaranya adalah masukan perpanjangan durasi  magang guru, dan penyesuaian waktu pelaksanaan  yang dilakukan pada libur semester. Selain itu, kebutuhan tambahan ruang kelas , penguatan teaching factory, pelatihan guru produktif yang lebih intensif, serta fasilitasi guru tamu dari industri untuk memperkuat praktik pembelajaran berbasis dunia kerja.

Tim Misereor dan DESMA Center mencatat semua masukan sebagai bahan penyusunan strategi pada fase program selanjutnya. Salah satu tindak lanjut yang direncanakan adalah pendampingan sistem alumni tracer guna memetakan sebaran dan capaian lulusan serta menilai dampak program terhadap peningkatan kesejahteraan peserta didik. Kolaborasi lintas sektor juga akan terus diperluas untuk membangun jejaring kerja sama kuat antara sekolah dan dunia usaha/industri (DUDI), terutama sektor pariwisata yang tumbuh pesat di Sumba.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk meninjau hasil yang telah dicapai dan merancang langkah ke depan demi penguatan pendidikan vokasi yang berkelanjutan. Kehadiran langsung perwakilan Misereor dari Jerman dan keterlibatan aktif tim DESMA Center menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan TVET sebagai fondasi strategis pembangunan sumber daya manusia di Sumba. 

Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan vokasi bidang pariwisata berbasis potensi lokal di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

 

_____________

Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk 'Die Sternsinger'; implementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”

 

Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat