DESMA Center sebagai Knowledge Partner Kementerian Pariwisata untuk Workshop Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) Sektor Pariwisata
Penulis: Siti Nur Hasbiyana, Program Associate and Outreach
Pariwisata Indonesia terus menunjukan peningkatan dengan tumbuhnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara. Namun angka pertumbuhan ini juga memberi tekanan pada ekosistem Indonesia, yang krusial untuk dijaga. Menghadapi kondisi tersebut, konsep pariwisata berkelanjutan menjadi relevan dalam harmonisasi kelestarian ekosistem dan kegiatan sektor pariwisata.
Dalam rangka implementasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia, Kementerian Pariwisata berkomitmen mengambil langkah-langkah konkrit. Komitmen tersebut diperlihatkan dengan penyusunan pedoman dan prinsip Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) sektor pariwisata sebagai instrumen dari kerangka kebijakan. Prinsip BGCE adalah sebagai berikut;
1. Blue Economy (Ekonomi Biru): prinsip ekonomi yang menekankan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan, memastikan produktivitas jangka panjang ekosistem laut
2. Green Economy (Ekonomi Hijau): Prinsip ekonomi yang menekankan praktik bisnis yang ramah lingkungan yang meminimalkan dampak ekologis, mendorong inklusi sosial, dan mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam semua proses pengambilan keputusan
3. Circular Economy (Ekonomi Sirkular): prinsip ekonomi yang menekankan pengurangan limbah dan optimalisasi efisiensi sumber daya melalui penggunaan kembali, daur ulang, dan penggunaan ulang, sehingga memperpanjang siklus hidup produk dan meningkatkan fungsi ekosistem serta kesejahteraan manusia.
Penerapan prinsip BGCE pada instrumen kebijakan sektor pariwisata ini diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang merupakan bagian dari pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, sektor pariwisata memiliki pendoman kuat untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.
Guna mengakselerasi implementasi BGCE sektor pariwisata tersebut, Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan, Deputi Bidang Industri dan Investasi, Kementerian Pariwisata akan melaksanakan workshop untuk pelatihan penerapan BGCE sektor pariwisata bagi pelaku usaha perhotelan, restaurant dan cafe di Indonesia..
Sebagai bagian dari pelaksanaan workshop tersebut, DESMA Center sebagai knowledge partner Kementerian Pariwisata, menghadiri rapat koordinasi persiapan workshop BGCE pada Selasa, 8 Juli 2025 bersama tim Asisten Deputi Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan, menyusul rangkaian rapat yang telah dilaksanakan secara daring sebelumnya.
Pelaksanaan workshop BGCE merupakan kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Committee for Economic and Commercial Cooperation of the Organization of Islamic Cooperation (COMCEC), mengusung tema “Empowering Sustainable Tourism: Integrating Blue, Green, and Circular Economy (BGCE) into Tourism Operations”.
Workshop berfokus pada pelatihan teknis dan knowledge-sharing dengan para pakar internasional dan nasional sesuai tema prinsip BGCE sektor pariwisata. Dalam workshop ini, peserta akan mempelajari efisiensi sumber daya,, manajemen sampah dan model bisnis sirkular ekonomi. Workshop ini dilakukan untuk peningkatan kapasitas pelaku usaha terkait prinsip BGCE dan diharapkan menginspirasi peserta workshop untuk menerapkan BGCE pada operasional usahanya masing-masing.
Implementasi BGCE pada sektor pariwisata diyakini menjadi bagian integral untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan dan berkualitas, sehingga dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di level global.
Sebagai bagian dari penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan, DESMA Center telah terlibat secara aktif dan komprehensif dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui berbagai program. Sebagai langkah strategis dan komprehensif terhadap pariwisata berkelanjutan, DESMA Center bekerja sama dengan BCCPGLE KfW untuk proyek Biodiversity Conservation and Climate Protection in the Gunung Leuser Ecosystem (BCCPGLE) untuk melakukan penyusunan RoadMap/Peta Jalan Pengembangan Ekowisata pada Kawasan Ekosistem Leuser 2017; bekerja sama dengan GIZ-Propeat dalam proyek pengelolaan dan rehabilitasi lahan gambut Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Desa dan Pengelolaan Perhutanan Sosial untuk Mengembangkan Ekowisata Berbasis Masyarakat untuk penyusunan dokumen studi kelayak (feasibility study dan master plan ekowisata desa) dan rangkaian training untuk peningkatan kapasitas pada 2021 - 2022; bermitra dengan ASEAN Centre for Biodiversity dan KfW untuk proyek Peningkatan Kapasitas Pelaku Ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser pada 2022-2023, bermitra dengan GIZ-AMUSE dalam ASEAN Municipal Solid Waste Management Enhancement pada Mei 2024 - Juni 2025 untuk penyusunan berbagai knowledge products dengan tema waste management dan sustainable tourism; bekerja sama dengan Pricewaterhousecoopers Indonesia (PwC) untuk proyek DFAT Katalis - Sustainable Tourism Destination Standard and Training-Pilot Project, Labuan Bajo.
Saat ini bermitra dengan United Nations Development Program (UNDP) dan Kementerian Kehutanan untuk penyusunan dokumen proyek Enhancing co-benefits of conservation area management through an inclusive wildlife-based ecotourism strategy (ECOTOURISM).
Sebagai knowledge partner, DESMA Center telah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada G20 International Wellness Tourism Conference and Festival 2022 dan International Tourism Investment Forum 2024.
