DESMA Center dan Kementerian Pariwisata Merumuskan Strategi untuk Peta Jalan Industri Event Pariwisata
Penulis: Dani Fauzi, Programme Officer
Industri event pariwisata di Indonesia menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata nasional. Dengan kontribusi pendapatan bruto mencapai Rp 84,4 triliun pada tahun 2024 dan melibatkan lebih dari 8,7 juta tenaga kerja, sektor ini menunjukkan potensi besar sebagai penggerak ekonomi. Namun, industri event pariwisata menghadapi berbagai tantangan signifikan seperti ketimpangan infrastruktur, keterbatasan sumber daya manusia yang profesional, serta koordinasi yang belum optimal antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku swasta. Selain itu, kenaikan biaya produksi dan kebijakan fiskal menjadi tekanan tambahan yang harus segera diatasi agar daya saing industri ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Menjawab kebutuhan tersebut, DESMA Center bersama Asisten Deputi Strategi Event, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata, tengah menyusun kajian Peta Jalan Pengembangan Industri Event Pariwisata Indonesia. Kajian ini berfokus pada perumusan strategi pengembangan industri event yang terintegrasi, sistematis, dan berbasis data untuk menghadapi tantangan, serta memanfaatkan peluang besar dalam tren event tematik dan experience-based tourism di tingkat regional dan global. Peta jalan ini disusun sebagai rujukan utama untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, RIPPARNAS 2026-2045 dan pelaksanaan RPJMN 2025-2029, khususnya sektor pariwisata. Untuk mendukung penyusunan dokumen tersebut, DESMA Center melakukan rapat koordinasi dengan Asdep Strategi Event dan Asdep MICE, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata pada 27 Mei 2025 di Jakarta.

Dengan proyeksi pertumbuhan industri event pariwisata sebesar 4,92% pada tahun 2025, gross revenue sebesar Rp88,6 triliun atau setara USD 5,87 miliar, peta jalan ini akan menjadi acuan strategis bagi pemerintah pusat dan daerah, pelaku industri, serta akademisi dalam mengembangkan ekosistem industri event pariwisata di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat dan kebijakan berbasis bukti, industri event diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga memperkokoh posisi Indonesia sebagai tujuan event pariwisata tingkat regional dan internasional, serta mendorong inovasi dan daya saing sektor pariwisata di masa mendatang.
