Workshop Sekolah Ramah Remaja untuk Mewujudkan SDM Pariwisata yang Lebih Baik
Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Firra Kholisa Mustika, Senior Communication
DESMA Center menyelenggarakan workshop sekolah ramah remaja dari perundungan, kekerasan dan pelecehan pada 22 Januari 2025 di SMKS Bakti Luhur Tambolaka, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Workshop ini dihadiri sebanyak 38 orang peserta yang merupakan guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan orang tua siswa.
“Kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak remaja,” ujar Ibu F.R. Titik Palupi, S.Pd., M.M., Kepala Sekolah SMKS Bakti Luhur.
.jpg)
Ibu Pupu Purwaningsih, Misereor dan KMW memandu sesi pertama dengan menggali wawasan peserta serta diskusi kelompok terkait perlindungan dan implementasi program sekolah ramah anak remaja di lingkungan sekolah menengah pariwisata Sumba.
Ibu Marlina Selvia Eflin Walu, S.Psi., MM., M.Psi., Psikolog Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Sumba Barat mengisi sesi kedua. Beliau membagikan pengetahuan tentang bagaimana budaya ramah anak remaja dapat diterapkan di lingkungan sekolah dengan mempertimbangkan tantangan lokal. Pola asuh tradisional dan kekerasan verbal yang sering tidak disadari oleh guru dan orang tua menjadi tantangan di Sumba.
Kegiatan ini merupakan komitmen DESMA Center untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang memiliki toleransi antar sesama, unggul dan berdaya saing untuk mewujudkan pariwisata yang lebih baik.

_____________
Program Safe Leaning merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE dan Kindermissionswerk (KMW); diimplementasi oleh DESMA Center. Program sekolah ramah anak remaja bertujuan untuk mencegah perundungan, kekerasan dan pelecehan di lingkungan sekolah; sehingga kaum muda dapat menghargai perbedaan antar sesama dan mewujudkan pariwisata yang lebih baik.
Program ini meliputi penguatan (1) kapasitas manajemen sekolah terkait pentingnya perlindungan anak remaja di sekolah yang sejalan dengan Permendikburistek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP); (2) Kapasitas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di sekolah berjalan secara aktif dan (3) kemitraan SMK Pariwisata, pemerintah, lembaga nirlaba, komunitas, dan pemangku kepentingan.
Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.
