Meningkatkan Keterampilan Guru SMK Pariwisata Merancang Pembelajaran Relevan Era Digital

Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba 
Editor: Firra Kholisa Mustika, Senior Communication

 

Metode pembelajaran terus berkembang pada era digital saat ini. Tenaga pengajar didorong mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreatif dalam penggunaan teknologi untuk efektivitas pengajaran.

 

DESMA Center mengadakan workshop inovasi pembelajaran: integrasi model pembelajaran modern dan teknologi pada 18 Januari 2025 di SMKS Bakti Luhur Tambolaka, Sumba, Nusa Tenggara Timur. Diikuti sebanyak 18 orang peserta yang merupakan guru dan kepala sekolah.

 

Ibu F.R. Titik Palupi, S.Pd.,M.M, Kepala SMKS Bakti Luhur Tambolaka memberikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

 

 

Bapak Boyke Hutapea, Program Manager Field Office Sumba DESMA Center dan Ibu Agustina Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba DESMA Center menyampaikan materi terkait definisi, karakteristik, langkah pembelajaran (SINTAK), serta implementasi Inquiry, problem based learning (PBL) dan discovery learning.

 

Diharapkan workshop ini mampu meningkatkan keterampilan guru merancang pembelajaran yang relevan pada era digital, menciptakan lingkungan belajar efektif, dan mendukung pengembangan potensi siswa; serta memperkuat peran sekolah sebagai institusi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Workshop inovasi pembelajaran: integrasi model pembelajaran modern dan teknologi merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi oleh DESMA Center.

_____________

Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”

 

Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.