Workshop Digital Pariwisata Berkelanjutan: Mengintegrasikan Budaya Literasi, Green School, dan Teknologi di SMK Pariwisata
Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba
Editor: Firra Kholisha Mustika, Communication
Sebagai calon pelaku pariwisata, peserta didik perlu memiliki pemahaman literasi digital untuk menyuarakan pariwisata berkelanjutan pada era digital saat ini. Menyikapi hal tersebut, DESMA Center melaksanakan kegiatan Workshop Digital Pariwisata Berkelanjutan untuk mengedukasi pentingnya budaya literasi digital dan menjaga lingkungan melalui pariwisata yang bertanggung jawab kepada manajemen dan guru SMK Pariwisata dampingan di Sumba.
Workshop ini berlangsung pada 12 Oktober 2024 di Lab Komputer SMKS Bakti Luhur Tambolaka. Diikuti sebanyak 18 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru-guru SMKS Bakti Luhur Tambolaka.

Ibu F.R. Titik Palupi, S.Pd., M.M., Kepala Sekolah SMKS Bakti Luhur Tambolaka membuka workshop dan menyampaikan pentingnya literasi digital serta pariwisata berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda sadar lingkungan. Bapak Boyke Hutapea, Program Manager Field Office Sumba, menjadi narasumber pada workshop Workshop Digital Pariwisata Berkelanjutan.
Bapak Boyke memaparkan terkait pentingnya mengintegrasikan prinsip Green School untuk mendukung pendidikan yang ramah lingkungan, kemajuan teknologi digital dan manfaat yang diperoleh guru dari menulis artikel digital. Paparan yang disampaikan sejalan dengan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan, mengurangi dampak negatif terhadap alam, konsep pembelajaran paperless dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Sesi berikutnya yaitu praktik menulis artikel dengan topik pariwisata berkelanjutan seperti pengelolaan destinasi pariwisata dan sumber daya manusia pariwisata. Praktik ini dilakukan untuk mendorong keterampilan menulis serta menerapkan metode pengajaran literasi digital.

Workshop Digital Pariwisata Berkelanjutan: Mengintegrasikan Budaya Literasi, Green School, dan Teknologi di SMK Pariwisata ini merupakan bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi oleh DESMA Center.
_____________
Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”
Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.
Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.
