Kampanye Kesadaran Aksi Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim bagi Siswa SMK Pariwisata di Desa Wisata Tebara, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur

Penulis: Agustina Purnami Setiawi, Programme Officer Field Office Sumba 
Editor: Firra Kholisha Mustika, Communication

 

Desa Tebara merupakan salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Sumba Barat  dengan wisata budayanya, yaitu Kampung Adat Tradisional Prai Ijing. Budaya Megalitikum (batu kubur besar dan sarkofagus) dan rumah adat Menara khas Sumba menjadi daya tarik wisata di kampung ini.

 

Selain wisata budaya, Desa Wisata Tebara juga memiliki daya tarik wisata lainnya, yaitu wisata alam, seperti Danau alami Weeboro, Bukit Pangadu, Bukit Wee Padenan, dan Bukit Ngadu Bonnu yang memiliki pemandangan Samudera Hindia di Selatan.  

 

Kelestarian budaya membawa Desa Wisata Tebara masuk kedalam 75 Desa Wisata terpilih dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023. Dengan bertambahnya prestasi Desa Tebara sebagai Desa Wisata terbaik, berdampak pula pada peningkatan jumlah wisatawan yang berkontribusi pada peningkatan jumlah sampah, khususnya sampah plastik.

 

 

Mendukung sumba bebas sampah plastik, DESMA Center melaksanakan kegiatan Kampanye Kesadaran Aksi Peduli Lingkungan dan Perubahan Iklim bagi Siswa SMK Pariwisata di Desa Wisata Tebara, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur pada 16 September 2023 yang bertepatan dengan World Clean-up Day.

 

Diikuti oleh total 226 orang, 97 orang siswa dan 18 orang guru dari sekolah dampingan (SMKS Bakti Luhur Tambolaka, SMKS Pancasila, SMKS Efata Omba Rade, SMKN 2 Kota Tambolaka, dan SMKN 1 Waikabubak); 44 orang siswa  dan 7 orang guru dari sekolah non dampingan (SMA Kristen Waikabubak, SMA Kristen Weekerou, SMA Katolik Sint Piter dan SMAN 1 Waikabubak); 49 orang peserta dari kalangan umum (NGO, pemerhati lingkungan, instansi pemerintah dan swasta); dan 11 orang panitia serta tim DESMA Center Sumba.

 

 

Pemilahan sampah dibagi menjadi 3 titik, yaitu Kantor Desa Tebara menuju Kampung Wisata Praijing, Kantor Dukcapil Sumba Barat menuju Kampung Wisata Praijing, dan Kampung Prai Rame. Dari kegiatan ini, sebanyak 175,3 kg sampah yang terdiri dari 165,9 kg sampah anorganik diantaranya kemasan plastik, botol plastik, kaleng dan kardus; dan 9,4 kg sampah residu diantaranya puntung rokok, pempers, pembalut, masker, sobekan pakaian dan petasan berhasil dikumpulkan para peserta.

 

Setelah memilih dan memilah sampah, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi sampah plastik oleh Bapak Muhammad Bumba Umbu Nay, Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Sumba dan Ibu Sukarmini Bulu, Pengrajin limbah plastik. Bapak Umbu menyampaikan plastik adalah material sintetis yang sulit terurai secara alami dan dapat mencemari lingkungan seperti tanah, air, dan udara. Guna mengurangi sampah plastik, Ibu Sukarmini mengolah limbah plastik yang bernilai ekonomi seperti tas belanja.

 

Kegiatan kampanye ini melibatkan siswa/siswi SMK pariwisata di Sumba yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan lingkungan dan iklim yang lebih baik, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan bijak dalam penggunaan plastik. Pelaksanaan kegiatan ini berkolaborasi dengan World Cleanup Day Indonesia (WCDI) dan didukung oleh Sinar Tambolaka Hotel, Sirkey Café, PT. Pegadaian (Persero) Cabang Waitabula, dan Restoran Nirru Loko.  

 

 

Kampanye Kesadaran Aksi Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim bagi Peserta Didik SMK Pariwisata di Desa Wisata Tebara, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur menjadi bagian dari Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba yang diimplementasi oleh DESMA Center. 

_____________

 

Program TVET for Sustainable Tourism Development in Sumba didukung oleh MISEREOR/KZE; diimplementasi oleh DESMA Center. Penguatan Kapasitas SDM Pariwisata ini bertujuan mewujudkan “Program pendidikan sekolah kejuruan pariwisata di Sumba agar memenuhi kebutuhan dan persyaratan industri pariwisata, sehingga menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik bagi kaum muda serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumba.”

 

Program ini meliputi penguatan (1) Kapasitas manajemen sekolah kejuruan pariwisata yang sejalan dengan kurikulum merdeka serta konsep pariwisata berkelanjutan; (2) Kapasitas guru dalam pengetahuan pedagogi, tentang pengajaran dan pariwisata berkelanjutan (3) Kemitraan SMK Pariwisata-Industri Pariwisata; dan (4) Kapasitas kewirausahaan siswa dalam penciptaan bisnis pariwisata berkelanjutan.

 

Penerima manfaat langsung program ini adalah (1) SMK Pancasila – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (2) SMK Negeri 2 Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya; (3) SMK Bakti Luhur – Tambolaka, Sumba Barat Daya; (4) SMK Efata - Omba Rade, Sumba Barat Daya; dan (5) SMK Negeri 1 Waikabubak, Sumba Barat. Mitra langsung program ini adalah (1) Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur; (2) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya; (3) Pemerintah Kabupaten Sumba Barat; (4) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat Daya; dan (5) Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat.